ONLINE NETWORKING

June 29th, 2008

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca berita mengenai keberadaan suku terasing di pedalaman hutan Amazon. Sekilas, pikiran saya tergelitik dengan pernyataan mengenai suku terasing yang selalu dikaitkan dengan minimnya hubungan dengan dunia luar. Tampaknya, sebuah kebudayaan menjadi berkembang ketika masyarakatnya memiliki hubungan dengan kebudayaan lain. Semakin banyak kebudayaan yang berinteraksi dengannya semakin maju dan berkembanglah kebudayaan tersebut. Sebaliknya masyarakat yang semakin terisolasi mengalami perkembangan yang lebih semakin lambat pula.

Saya mendapati, prinsip yang sama juga berlaku dalam dunia bisnis dan marketing. Sebuah usaha bisa berkembang dengan sukses bila orang-orang yang terlibat di dalamnya bisa mengembangkan komunitasnya dan mengalami semakin banyak interaksi dengan dunia usaha lain di sekelilingnya. CreArt sebagai sebuah perusahaan yang masih muda (belum sampai puluhan tahun…) juga sangat merasakan pentingnya jaringan/networking.

Ketika kami mula-mula mengembangkan CreArt dari nol, klien-klien pertama yang mau memberikan kepercayaan kepada kami tidak jauh-jauh dari kerabat-kerabat tim CreArt sendiri. Mulai dari keluarga, teman, kenalan, hingga akhirnya teman mengenalkan temannya, kenalan mengenalkan kenalannya, dan seterusnya, sampai akhirnya menjadi networking yang terus berkembang dengan sendirinya. Ketika klien puas dengan hasil kerja kami, ia dengan sukarela ikut membantu kerja tim marketing dengan berbagi cerita kepada networknya. Referensi tersebut membantu mewujudkan interaksi antara CreArt dengan network yang lebih luas.

Sistem getok tular adalah salah satu bentuk marketing yang sudah ada sejak jaman dulu kala, namun tetap tak lekang dimakan waktu, bahkan bisa berubah bentuk mengikuti kemajuan teknologi. Sistem getok tular yang paling efektif, menurut saya, adalah melalui para ibu. Kelompok ini dengan sukarela dapat menjadi tim marketing yang sangat handal. Tidak puas ngobrol di pasar, sampai di rumah pun masih memegang gagang telepon selama berjam-jam. Sebuah brand makanan ringan pernah menggunakan ibu-ibu sebagai jaringan pemasarannya. Strategi yang unik, tapi jitu. Saking suksesnya, brand tersebut dapat merubah desain kemasannya jadi jauh lebih menarik dan merambah swalayan untuk memperluas distribusinya.

Menyimak artikel yang ditulis oleh Hermawan Kertajaya di Metropolis, Kamis, 26 Juni 2008, tampaknya sistem getok tular ini telah teradaptasi mengikuti perkembangan teknologi yang paling mutakhir. Getok tular abad 21 pelakunya adalah para blogger melalui media internet. Demikian kuat dan terpercayanya jaringan para blogger ini hingga perusahaan berskala nasional pun menjadikan mereka sebagai salah satu strategi pemasarannya.

Kekuatan internet sebagai jaringan pemasaran modern tampaknya telah merambah ke banyak bidang. Dalam dunia politik, partai oposisi sebuah negara dikabarkan berhasil mencuri suara yang cukup besar dari partai dominan karena berhasil memanfaatkan internet sebagai media kampanyenya. Bahkan raksasa Microsoft kabarnya terancam kehilangan dominasinya karena kurang tanggap memanfaatkan momentum internet ini.

Kalau dicermati, fenomena pemain baru menggeser market leader melalui internet, kadang bermula dari keterpaksaan. Para pemain baru dengan modal yang lebih sedikit jelas tidak sanggup untuk berhadapan head to head dengan penguasa pasar melalui media-media konvensional. Akhirnya dicari media lain yang jauh lebih murah namun berdampak luas hingga lingkup mancanegara, yaitu internet.

Internet dapat membawa pada pasar yang jauh lebih besar dengan biaya pemasaran yang jauh lebih sedikit. Sudahkah anda memanfaatkan kekuatan jaringan internet atau online networking untuk mengembangkan bisnis anda? Jangan sampai kita menjadi suku terasing di tengah derasnya arus informasi. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, divisi online marketing kami siap membantu.

Brand Power

June 27th, 2008

Melanjutkan kisah fotografer di artikel sebelumnya, awalnya ia berkata ingin membidik semua pasar. Ia ingin semua orang bisa menikmati jasa yang ditawarkannya. Salah satu cara adalah dengan menentukan harga yang terjangkau oleh semua orang. Dengan tegas kami menyarankan jangan. Bila dipikir secara sederhana, kata ‘semua orang’ memang menggiurkan. Seberapa besar jumlah market yang terkandung di dalam kata ‘semua orang’? Bila ‘semua orang’ bisa menjadi pelanggan kita, bayangkan berapa besar keuntungan yang bisa didapat!

Sayangnya kenyataan tidak seindah itu. Dengan menambah jumlah target market kita, maka secara otomatis bertambah pula jumlah kompetitor kita. Masalahnya, ‘semua orang’ juga punya ‘semua pilihan’. Sebagai usaha yang masih baru, sanggupkah bertahan melawan ‘semua kompetitor’? Tanpa brand yang kuat, tentu tidak mudah membuat orang menjatuhkan pilihan pada brand yang masih baru, terutama bila brand tersebut tidak memiliki ciri khas tertentu yang tidak dimiliki oleh kompetitornya. Maka dari itu, kami memegang teguh prinsip bahwa usaha yang sukses adalah usaha yang fokus.

Ada banyak contoh usaha baru berhasil mengalahkan market leader karena mereka fokus. Semakin besar satu skala usaha semakin banyak market yang ingin dijangkaunya. Dengan semakin melebar sayapnya, semakin perusahaan tersebut kehilangan dominasi di bidang usaha awalnya. Di saat masyarakat dibingungkan oleh begitu banyaknya pilihan, maka keputusan terbesar paling mungkin dijatuhkan pada usaha yang fokus.

Salah satu alasannya, karena usaha yang fokus mempunyai brand yang lebih kuat di benak konsumen untuk barang/layanan tertentu. Alasan lain karena secara psikologis masyarakat menilai brand yang fokus selalu lebih baik. Karena itu di dunia ini, dokter yang paling kaya bukan dokter umum. Justru dokter spesialis yang paling spesialislah yang bisa menetapkan tarif lebih mahal.

Buku karya Hermawan Kertajaya yang mengupas mengenai brand, differentiation, dan positioning adalah buku yang sangat inspiratif dan kami rekomendasikan untuk dibaca oleh para pemilik usaha. Buku ini dapat menjelaskan dengan jauh lebih baik daripada yang dapat kami ungkapkan melalui tulisan pendek ini.

Mengetahui dengan jelas tentang diri sendiri, tahu dengan jelas tentang lawan yang akan dihadapi, serta tahu dengan jelas siapa dan seperti apa market yang dituju adalah kunci keberhasilan suatu usaha. Bila anda hendak memulai usaha baru, atau pemilik yang hendak mengembangkan usaha, dan anda ingin berkonsultasi atau sekedar bertukar pikiran, silahkan hubungi kami di admin@creartsolution.com. Kami akan berusaha untuk membalas email anda sebaik mungkin.

PRICE WAR!

June 27th, 2008

Baru-baru ini kami membantu seorang teman untuk menjadi konsultan bagi studio foto yang akan dibukanya. Sebelum ini, teman tersebut adalah seorang fotografer profesional. Sekarang ia ingin lebih mengembangkan usahanya dengan membuka studio foto. Seperti sebagian orang yang akan memulai usaha baru, teman tersebut terus menerus memiliki kekuatiran dalam menetapkan harga bagi yang pas studio foto barunya. Di satu sisi, ia ingin secepatnya memperoleh keuntungan, di sisi lain ada kekuatiran harga yang ditetapkan terlalu mahal untuk ukuran studio foto yang masih belum punya nama.

Sebagai konsultan, kami selalu menekankan pada setiap klien untuk menghindari perang harga. Oke, harga memang memiliki pengaruh. Tapi harga bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan customer dalam menjatuhkan pilihan. Sebagai usaha jasa, masih ada banyak faktor lain yang juga tidak kalah penting antara lain kualitas kerja, lama waktu pengerjaan, lokasi, customer service, ketepatan promosi, dan lain sebagainya.

Kami senantiasa menyarankan pada klien yang akan membuka usaha baru, bahwa yang terpenting untuk dipikirkan pertama kali adalah konsep. Barang atau jasa apa yang ditawarkan, siapa saja kompetitornya, dan target market apa yang dituju. Bila itu semua telah dipikirkan dengan matang, maka membuat promosi yang tepat dan menentukan harga akan jauh lebih mudah.

Bagi kami semua segmen bisa menjadi target pasar, tergantung dari bagaimana konsep dari usaha tersebut. Namun kami menyarankan, sebaiknya hindari cara pendekatan pada konsumen yang sensitif harga karena itu akan menjadi racun yang membunuh secara perlahan-lahan. Tidak masalah menetapkan harga yang murah dan menjualnya hal tersebut dalam promosi. Terutama bila usaha tersebut memang mampu memberikan harga yang lebih murah daripada kompetitor.

Celakanya, bila brand sudah identik dengan murah, maka ada resiko-resiko tertentu yang harus dihadapi. Pertama, bila pemilik ingin meningkatkan keuntungan dengan menaikkan harga. Bisa jadi konsumen akan lari karena sejak awal konsumen memilih brand tersebut karena murah. Bila sudah tidak murah lagi ya sudah tidak dipilih lagi. Kedua, bila di kemudian hari ada brand lain yang bisa memberikan harga lebih murah. Bukan tak mungkin konsumen akan berpindah ke lain hati karena dari awal pertimbangan konsumen adalah yang paling murah. Ketiga, dengan menempelkan cap murah, bisa jadi brand tersebut mendapat cap murahan. Kalau sudah dapat cap murahan, maka susah bagi suatu brand untuk ‘naik kelas’. Melakukan edukasi ulang pada konsumen juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sekali lagi kami tekankan, hindari price war! Konsumen yang sensitif harga adalah konsumen yang paling tidak loyal. Konsumen semacam ini mungkin cepat datang, tapi juga dapat dengan cepat menghilang, sehingga boleh dibilang kurang layak untuk diperjuangkan. Harga murah untuk menarik konsumen sekali-sekali boleh dilakukan, tapi sebaiknya jangan mengidentikkan diri dengan murah, kecuali bila memang kuat secara modal dan yakin akan kekuatan dalam menekan ongkos produksi. Bagi kami harga murah sama dengan bunuh diri bagi usaha yang berharap untuk dapat meraih keuntungan dalam waktu yang singkat.

Bagi kami, adalah kebohongan besar bila ada yang mengatakan murahnya harga tidak mempengaruhi kualitas. Masyarakat yang cerdas pasti dapat melogika bahwa berkurangnya harga pasti berdampak pada pemotongan kualitas produksi di sana sini. Hanya saja, pintar-pintar perusahaan untuk menyembunyikannya supaya tidak kasat mata.

Di CreArt kami tidak memakai pendekatan harga dalam membangun brand. Kami tidak menyediakan ‘desain murah’ maupun ‘desain mahal’. Jasa yang kami tawarkan adalah ‘on budget design’. Bagi yang berbudget pas-pasan kami bantu dengan menawarkan spesifikasi produksi yang lebih terjangkau. Bagi yang berbudget tinggi tentu lebih punya keleluasaan dalam menentukan spesifikasi produksinya. Yang kami lakukan adalah membantu klien menciptakan materi promosi yang paling efektif sesuai dengan budget yang dimiliki. Bagimanapun juga, bagi kami kepuasan konsumen adalah prioritas yang paling utama.